Home » » Contoh laporan/prosedur Pemeriksaan Berat Isi Agregat Kasar dan Halus

Contoh laporan/prosedur Pemeriksaan Berat Isi Agregat Kasar dan Halus

Helm-proyeku.blogspot.co.id

Praktikum Pemeriksaan berat isi agregat merupakan salahsatu praktikum yang terdapat dalam praktikum Perkerasan Jalan Raya (PJR) atau Bahan konstruksi. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat isi agregat halus dan kasar yang didefinisikan sebagai perbandingan antara berat material kering dengan volume. Untuk lebih lengkapnya di bawah!

PEMERIKSAAN BERAT ISI AGREGAT
(AASHTO T-19-74)
(ASTM C-29-71)

1. DASAR TEORI
Berat isi atau disebut juga sebagai berat satuan agregat merupakan rasio antara berat agregat dan isi/volume. Berat isi agregat diperlukan dalam perhitungan bahan campuran beton, apabila jumlah bahan ditakar dengan ukuran volume.
Berat volume agregat ditinjau dalam dua keadaan, yaitu berat volume gembur dan berat volume padat. Berat volume gembur merupakan perbandingan berat agregat dengan volume literan, sedangkan berat volume padat adalah perbandingan berat agregat dalam keadaan padat dengan volume literan.
Berat volume agregat dapat di hitung dengan menggunakan rumus:
Helm-proyeku.blogspot.co.id
2. MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat isi agregat halus dan kasar yang didefinisikan sebagai perbandingan antara berat material kering dengan volume.

3. PERALATAN
Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu:
1.Timbangan dengan Ketelitian 0.1 gram
Berfungsi untuk menimbang agregat dan wadah yang berbentuk silinder.
2.Talam Silinder
Berfungsi sebagai wadah untuk agregat yang akan diuji.
3.Sekop
Berfungsi untuk memasukkan agregat ke dalam wadah.
4.Mistar Perata
Berfungsi untuk meratakan agregat yang terdapat di dalam wadah.
5.Tongkat Pemadat
Berfungsi untuk memadatkan agregat yang terdapat di dalam wadah.

4. BAHAN
Benda uji yang digunakan dalam praktikum ini yaitu:
  1. Agregat Kasar (Kerikil)
  2. Agregat Halus (Pasir)
5.    ROSEDUR PRAKTIKUM
Prosedur percobaan dalam praktikum ini yaitu:
1. Persiapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan;
2. Ukurlah diameter dan tinggi dari talam silinder yang akan digunakan menggunakan mistar;
3. Dalam melakukan praktikum pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat terdapat 3 metode yang akan digunakan yaitu metode berat isi lepas, berat isi tusuk dan berat isi ketuk;
4. Pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat dilakukan sebagai berikut:

a) Metode Dilepas
  1. Timbang dan catatlah berat wadah (W1)
  2. Masukan agregat kasar dengan hati-hati agar tidak berjatuhan dan tidak terpisah dengan butir-butir yang lainnya, dengan ketinggian maksimum 5 cm di atas wadah dengan menggunakan sekop sampai penuh
  3. Ratakan permukaan agregat kasar dengan menggunakan mistar perata
  4. Timbang dan catatlah berat wadah beserta agregat kasar (W2)
  5. Hitunglah berat agregat kasar (W3 = W2 – W1)
b) Metode Ditusuk
  1. Timbang dan catatlah berat wadah (W1)
  2. Isilah wadah dengan agregat kasar dalam tiga lapis yang sama tebal.
  3. Setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat yang ditusukkan sebanyak 25x secara merata
  4. Pada saat lapis ke tiga, isi agregat kasar melebihi ukuran wadah. Tusuk sebanyak 25x kemudian ratakan dengan mistar perata
  5. Timbang dan catatlah berat benda wadah beserta agregat kasar (W2)
  6. Hitunglah berat agregat kasar  (W3 = W2 – W1)
c) Metode Digoyang
  1. Timbang dan catatlah berat wadah (W1)
  2. Isilah wadah dengan agregat kasar dalam tiga lapis yang sama tebal.
  3. Letakkan wadah ditempat yang rata dan kokoh, kemudian setiap lapis dipadatkan dengan cara menggoyang-goyangkan wadah sebanyak 25x secara merata
  4. Pada saat lapis ke tiga, isi agregat kasar melebihi ukuran wadah. Goyangkan sebanyak 25x kemudian ratakan dengan mistar perata
  5. Timbang dan catatlah berat wadah beserta agregat kasar (W2)
  6. Hitunglah berat agregat kasar (W3 = W2 – W1)
5.    Setelah praktikum selesai bereskan dan rapihkan kembali alat-alat yang telah dgiunakan.

6. LAPORAN
Helm-proyeku.blogspot.co.id
  
7. PERHITUNGAN
Helm-proyeku.blogspot.co.id

Helm-proyeku.blogspot.co.id


8. CATATAN
1. Ketiga metode yang dijelaskan pada prosedur praktikum berlaku untuk agregat kasar dan agregat halus
2. Silinder baja sebelum dipakai harus dikalibrasi dengan cara :
  1. Isilah silinder baja dengan air sampai penuh pada suhu kamar sehingga pada waktu ditutup dengan plat kaca tidak terlihat gelembung udara
  2. Timbang dan catatlah berat air
  3. Hitunglah berat air, berat air sama dengan isi wadah

9. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah di lakukan diperoleh berat isi agregat kasar dan halus yang paling besar yaitu berat agregat dengan metode ditusuk. Berat isi agregat kasar yang didapat sebesar 1,416 x 10-3 kg/cm3. sedangkan berat isi agregat halus yang didapat sebesar 1,280 x 10-3 kg/cm3.
Dari percobaan di atas menunjukkan bahwa dengan metode ditusuk membuat agregat memadat karena agregat tertekan oleh batang penusuk sehingga rongga-rongga yang kosong dapat terisi dan menjadi lebih padat.


Itulah  contoh  laporan/prosedur Pemeriksaan Berat Isi Agregat. Dengan catatan bahwa hasil praktikum diusahakan apa adanya. Bagi kalian yang membutuhkan bisa dijadikan referensi.Apabila ada kesalahan/kekeliruan baik dalam langkah kerja ataupun perhitungan bisa kalian tuliskan di kolom komentar di bawah, supaya saya bisa memperbaikinya!.
Kunjungi terus helm-proyeku.blogspot.co.id. Supaya kita bisa belajar Teknik Sipil Bareng
Salam bloger!!!
Thanks for reading Contoh laporan/prosedur Pemeriksaan Berat Isi Agregat Kasar dan Halus

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 comments:

Post a Comment