thumbnail
Perencanaan campuran beton. di bawah ini contoh laporan/prosedur  praktikum perencanaan campuran beton. Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu  untuk menentukan komposisi / unsur beton dengan ketentuan kekuatan tekan karakteristik SLUMP rencana. Untuk lebih jelasnya di bawah. 
Bagi kalian yang sedang mencari sedang mencari referensi contoh laporan bisa di simak di bawah ini.

PERENCANAAN CAMPURAN BETON 
1. TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu untuk menentukan komposisi / unsur beton dengan ketentuan kekuatan tekan karakteristik SLUMP rencana.
2.PERALATAN
a.Timbangan digital
b.Cawan
c.Gelas ukur 1000 ml
d.Ember
e.Sekop
3.BAHAN
a.Agregat halus
b.Agregat kasar
c.Semen d.Air  

4.PROSEDUR PERCOBAAN
  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Melakukan percobaan dengan ketentuan sebagai berikut:
  3. -Kuat tekan yang disyaratkan    = 25 N/m² (umur 14 hari)
    -Benda uji berbentuk    = Silinder ukuran 30 x 15
    -Jumlah yang mungkin tidak memenuhi syarat    = 5 %
    -Semen yang dipakai    = Portland tipe 1
    -Tinggi SLUMP        = 7,5 – 15 cm
    -Ukuran besar agregat maksimum    = 40 mm
    -Nilai FAS maksimum    = 0,60
    -Kadar semen maksimum    = 275 kg/m³
    -Susunan besar butiran agregat halus    = susunan butir No.2 

Tabel     sifat-sifat agregat untuk contoh mix design



Agregat
Pasir
Kerikil VII
Sifat
(Halus tak pecah)
(Batu pecah)
Berat jenis kering


Permukaan / SSD


Penyerapan air (%)


Kadar air (%)


 

Contoh laporan/Langkah kerja praktikum Percobaan slump beton

thumbnail
Di bawah ini merupakan contoh laporan/prosedur praktikum Percobaan slum beton. Tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu untuk menentukan derajat kemudahan pengecoran suatu adukan beton basah / segar. Bagi kalian yang sedang mencari referensi suatu laporan atau yang sedang mencari langkah-langkah prosedur praktikum Percobaan slum beton disimak contoh laporan di bawah!


PERCOBAAN SLUM BETON

1. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu untuk menentukan derajat kemudahan pengecoran adukan beton basah / segar.
2.PERALATAN

a.Cetakan dari logam Tebal minimal 1,2 mm berupa kerucut terpancung (cone) dengan diameter bagian bawah 203 mm, bagian atas 102 mm, dan tinggi 305 mm, bagian bawah dan atas cetakan terbuka.
b.Tongkat pemadat dengan diameter 16 mm, panjang 600 mm, ujung di bulatkan terbuat dari baja dan bebas dari karat.
c.Mistar
d.Plat logam dengan permukaan yang kokoh, rata dan kedap air.

3. BAHAN

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu campuran beton yang sudah direncanakan.
4. PROSEDUR PERCOBAAN
  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan;
  2. Basahi cetakan dan pelat dengan kain  basah;
  3. Letakan diatas pelat dengan kokoh;
  4. Isilah cetakan dengan beton segar dalam tigas lapis ; tiap lapis berisi kira-kira 1/3 isi cetakan; setiap lapis di tusuk dengan tongkat pemadat sebanyak 25 tusukan secara merata; tongkat harus masukan sampai lapisan bagian bawah tiap-tiap lapisan; pada lapisan pertama penusukan lapisan tepi tongkat dimiringkan sesuai dengan kemiringan cetakan;
  5. Setelah selesai penusukan, letakan permukaan benda uji dengan tongkat dan semua sisa benda uji yang jatuh di sekitar cetakan harus di singkirkan; kemudian cetakan diangkat perlahan-lahan tegak lurus ke atas; seluruh pengujian mulai dari pengisian sampai cetakan diangkat harus selesai dalam jangka waktu 2,5 menit;
  6. Kemudian balikan cetakan dan letakan perlahan-lahan di samping benda uji;
  7. Ukur slump yang terjadi dengan menentukan perbedaan tinggi cetakan dengan tinggi rata-rata benda uji.
5. PERHITUNGAN
Nilai slump    = Tinggi cetakan – Tinggi rata-rata benda uji

6. TABEL PERHITUNGAN



LABORATORIUM PENGETAHUAN BAHAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL

PEMERIKSAAN SLUMP BETON
No. contoh
:


Tgl. Praktikum
: 12 April 2016
Pelaksana


Asisten
Tinggi cetakan
= 30,5 cm
            Tinggi rata-rata benda uji
            = 22 cm
            Nilai slump
            = 8,5 cm
 
7.KESIMPULAN
 Dari hasil percobaan yang telah di lakukan tentang penentuan ukuran derajat kemudahan pengecoran adukan beton segar di dapatkan nilai slump sebesar 8,5 cm. Nilai slump tersebut telah memenuhi standar tinggi slump yang telah di tentukan yaitu 7,5 – 15 cm.


Itulah Contoh prosedur praktikum Pemeriksaan slump beton. Dengan catatan bahwa praktikum tersebut dilaksanakan apa adanya. Bagi kalian yang membutuhkan bisa dijadikan bahan referensi.
Semoga contoh laporan diatas bisa bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan. Apabila ada kesalahan baik dalam prosedur/perhitungan bisa kalian tuliskan di kolom komentar di bawah, supaya saya bisa memperbaikinya!.
Salam broger!!!

Contoh prosedur/laporan praktikum pemeriksaan kadar lumpur dalam agregat halus

thumbnail
Di bawah ini merupakan contoh laporan/contoh praktikum pemeriksaan kadar lumpur dalam agregat halus. Tujuan dilaksanakannya praktikum ini untuk menentukan persentase (%)  kadar lumpur dalam suatu agregat halus. Bagi kalian yang sedang mencari referensi  laporan atau yang sedang mencari langkah-langkah prosedur praktikum ini bisa disimak contoh laporan di bawah!
  

PEMERIKSAAN KADAR LUMPUR DALAM AGREGAT HALUS
1. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini untuk menentukan persentase dari kadar lumpur dalam agregat halus. Kandungan lumpur < 5 % merupakan ketentuan dalam peraturan bagi penggunaan agregat halus untuk pembuatan beton (PB 1971).
2. PERALATAN
Gelas ukur kapasitas 1000 ml dan plastik

3. BAHAN
Contoh pasir secukupnya dalam kondisi lapangan dengan bahan pelarut air biasa.

4. PROSEDUR PRAKTIKUM
  1. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum ini;
  2. Ambil pasir secukupnya dan masukkan kedalam gelas ukur kapasitas 1000 ml;
  3. Tambahkan air kedalam gelas ukur dengan menggunakan plastik;
  4. Tutup permukaan gelas ukur dengan menggunakan plastik atau benda apapun yang dapat menutupi gelas ukur agar tidak tumpah;
  5. Lalu kocok gelas ukur tersebut sebanyak 50 kali untuk mencuci pasir dari lumpur;
  6. Setelah itu, gelas ukur disimpan di tempat yang datar dan biarkan mengendap selama ± 24 jam;
  7. Ukur tinggi pasir  V1 dan lumpur V2.
5. PERHITUNGAN

Dimana:
V1 = TInggi pasir
V2 = Tinggi lumpur

6. TABEL ISIAN PRAKTIKUM


LABORATORIUM PENGETAHUAN BAHAN KONSTRUKSI
JURUSAN TEKNIK SIPIL

PEMERIKSAAN KADAR LUMPUR DALAM AGREGAT HALUS
No. contoh
:


Tgl. Praktikum
: 14 April 2016
Pelaksana
: Kelompok 7


Asisten
:


Tinggi Pasir (V1)
Tinggi Lumpur (V2)
Kadar Lumpur
420 ml
3 ml
0,71 %


 

7.    KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah di laksanakan persentase dari kadar lumpur dalam agregat halus didapatkan hasil sebesar 0,71 %. Sehingga kandungan lumpur ini sangat baik untuk digunakan pada pembuatan beton dikarenakan persentasenya < 5%.



Itulah contoh prosedur/laporan praktikum pemeriksaan kadar lumpur dalam agregat halus. Dengan catatan bahwa praktikum tersebut dilaksanakan dengan seadanya. Bagi kalian yang membutuhkan bisa dijadikan bahan referensi.
Semoga contoh laporan diatas bisa bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan. Apabila ada kesalahan baik dalam prosedur ataupun perhitungan bisa kalian tuliskan di kolom komentar di bawah, supaya saya bisa memperbaikinya!.
Salam broger!